Showing posts with label Profesi. Show all posts
Showing posts with label Profesi. Show all posts

Wednesday, June 10, 2020

Perbedaan Bidan VS Dokter Kandungan

Apa sih Perbedaan Bidan dengan Dokter Kandung?




Saat Anda akhirnya hamil, Anda mungkin sedikit bingung ingin melahirkan dengan dokter kandungan atau dengan bidan. Keduanya sama-sama tenaga ahli yang bisa membantu Anda melahirkan, tapi mungkin Anda hanya bingung mana yang lebih cocok untuk Anda. Nah, supaya Anda tidak bingung, kenali dulu apa saja perbedaan mendasar antara dokter kandungan dengan bidan. Simak ulasan lengkap tentang model kerja keduanya dalam artikel ini. 

Beda dokter kandungan dengan bidan

Dalam banyak kasus, wanita di kota-kota besar lebih memilih untuk melahirkan di rumah sakit didampingi seorang dokter, sementara di banyak daerah lain di Indonesia bidan justru lebih populer. Namun, seiring dengan kembali mencuatnya tren metode persalinan natural seperti water birthing yang dilakukan di rumah, peran bidan juga kini mulai menanjak lagi di kota besar.

Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, memilih lahiran di mana dan diawasi oleh siapa tentu jadi dua hal yang sulit. Nah, untuk memudahkan Anda menentukan pilihan, berikut beberapa perbedaan dokter kandungan dan bidan yang perlu Anda ketahui:

Jenis pendidikan yang diambil

Salah satu perbedaan besar antara dokter kandungan dan bidan terletak pada jenis pendidikan yang mereka ambil. Dokter kandungan memiliki spesialisasi dalam kehamilan dan kelahiran. Dokter kandungan menuntut ilmu di sekolah kedokteran dan dilatih untuk melakukan operasi. 

Lain lagi dengan bidan, yang terlatih dalam segala hal yang berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran, tapi tidak menimba ilmu di sekolah kedokteran. Meskipun tidak memegang gelar dokter, kompetensi mereka tak berbeda dengan dokter dalam hal memberikan pelayanan bagi kehamilan dan kelahiran. Dokter kandungan biasanya tidak melayani panggilan rumah sehingga Anda harus melahirkan di rumah sakit atau klinik.

Para bidan memiliki spesialisasi pada risiko kehamilan rendah dan menengah pada wanita hamil yang sehat. Biasanya, tenaga medis satu ini akan menyarankan wanita memeriksakan diri ke dokter kandungan ketika ada masalah.

Namun, bidan tidak dapat melakukan operasi Caesar karena prosedur tersebut hanya bisa dilakukan oleh dokter kandungan dan dokter bedah. Beberapa bidan bisa membantu proses melahirkan di rumah dan beberapa hanya melakukannya di rumah sakit.

Seberapa serius kondisi Anda

Kondisi fisik Anda adalah hal yang paling penting untuk dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih untuk melahirkan dengan bantuan dokter kandungan atau bidan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, apabila Anda sehat dan kondisi Anda normal, melahirkan di bidan saja cukup.

Namun, bila kondisi kesehatan Anda tidak normal, seperti bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, epilepsi, penyakit jantung, atau diabetes, dan komplikasi serius tertentu pada kehamilan sebelumnya, risiko Anda tinggi dan Anda akan membutuhkan spesialis Maternal-Fetal Medicine (MFM), dokter ahli dalam masalah kehamilan berisiko tinggi.

Jika Anda sebelumnya menggunakan jasa bidan dan di tengah jalan terdapat masalah, seperti kelahiran prematur atau preeklampsia, bahkan jika Anda ternyata mengandung anak kembar, bidan yang baik biasanya akan merekomendasikan Anda untuk segera pergi ke dokter kandungan atau perinatologis.

Namun, tergantung kondisi Anda juga, Anda bisa menggunakan jasa bidan atau dokter kandungan secara berbarengan, jika memungkinkan dan jika Anda memang memerlukannya.

Beda kebutuhan

Kedua tenaga medis ini memiliki model kerja yang berbeda. Tergantung Anda, ketika Anda memilih untuk menggunakan jasa bidan, maka Anda akan mengikuti cara kerja tenaga medis tersebut. Begitu pun sebaliknya.

Di bawah kerja bidan, kehamilan dan kelahiran anak betul-betul dipertimbangkan sebagai kejadian yang alamiah, bukan medis. Fokusnya adalah perawatan dan pencegahan selama kehamilan. Konsultasi selama masa kehamilan dengan tenaga medis ini umumnya waktunya panjang sehingga Anda bisa mengajukan lebih banyak pertanyaan seputar kehamilan dan nutrisi.

Dalam banyak kasus, kinerja tenaga medis ini terbukti mengurangi potensi operasi Caesar dan intervensi lainnya, termasuk penggunaan vakum dan gunting tang. Pasalnya, model kerja tenaga medis ini berupa “lihat dan tunggu” saat proses melahirkan. Artinya, intervensi medis tidak digunakan kecuali ada kebutuhan medis.

Sedangkan dokter kandungan, biasanya lebih mungkin melakukan intervensi karena cara kerja mereka menggunakan manajemen medis, yang tujuannya lebih untuk “mengendalikan” kelahiran Anda. Ia bisa mengintervensi kelahiran, seperti menggunakan pitocin untuk mempercepat kelahiran, sehingga tidak perlu melahirkan secara Caesar.

Sebelumnya, ada baiknya Anda bertanya kepada kedua tenaga medis ini tentang proses kerja mereka sebelum Anda akan melahirkan. Hal ini sangat penting, karena cara kerja mereka juga akan sangat memengaruhi diri Anda selama melahirkan nanti. Semakin Anda banyak bertanya, Anda akan semakin menemukan mana yang lebih baik dan cocok untuk Anda nantinya.

Perbedaan yang Kontras antara Bidan dan dokter kandungan adalah:

1. Bidan cenderung memiliki filosofi, lebih holistik dan memandang bahwa persalinan adalah aproses yang alami. Sedangkan dokter kandungan lebih cenderung memiliki perspektif medis dan melihat kelahiran sebagai sebuah peristiwa yang risiko.

2. Bidan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan Anda selama proses persalinan dan dalam kunjungan prenatal. sedangkan dokter kandungan mungkin hanya akan menemani Anda saat tahap akhir proses persalinan atau saat pembukaan sudah hampir lengkap saja.

3. Dokter kandungan lebih cenderung untuk menggunakan intervensi medis seperti induksi, episiotomies serta merekomendasikan caesar.

4. Bidan praktek di pusat-pusat kelahiran (RS, RB, BPS) atau mendampingi proses persalinan dirumah. tidak seperti dokter kandungan yang praktek hanya di rumah sakit atau rumah bersalin

5. Dokter kandungan dilatih sebagai ahli bedah dan dapat melakukan operasi caesar, sedangkan bidan tidak dapat melakukan operasi.

6. Dokter kandungan bisa menangani klien dengan resiko tinggi maupun risiko rendah dan sedangkan bidan hanya bisa menangani klien risiko rendah.

Jadi, baiknya pilih siapa?

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa dokter kandungan dan bidan sama baiknya. Apapun yang Anda pilih, dua-duanya sama saja. Hal ini tergantung kondisi Anda dan pada faktor-faktor lainnya. Contohnya seperti pengalaman apa yang Anda inginkan, Anda berencana melahirkan di mana, apakah kehamilan Anda normal atau memiliki risiko tinggi, atau apakah Anda memiliki asuransi yang bisa menutupi biaya persalinan.

Satu hal yang perlu diperhatikan baik-baik adalah soal kenyamanan. Ya, apa pun pilihan Anda, sebenarnya yang paling penting adalah memilih seseorang yang membuat Anda benar-benar nyaman, yang mengerti apa kebutuhan pribadi Anda, yang menghormati keinginan Anda, serta yang cara kerjanya cocok bagi Anda dan pasangan. Terkait hal-hal krusial ini, tentu Anda sendirilah yang bisa menentukannya.

Jadi, pastikan Anda nyaman ketika berkonsultasi dengan keduanya. Setelah itu, Anda bisa mengajak pasangan dan orang-orang terdekat untuk berdiskusi guna memastikan dan memantabkan pilihan Anda.


Sumber: 

https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/melahirkan-dokter-kandungan-atau-bidan/

https://www.bidankita.com/apa-perbedaan-antara-bidan-dan-dokter-kandungan/2/

Apa itu Bidan?

Bidan



Sumber:

Sumber:  klikdokter.com
Deskripsi Karier


    Bidan merupakan profesi yang erat kaitannya dengan kesehatan perempuan. Berbeda dengan perawat yang bisa aktif di berbagai bidang spesialisasi medis, cakupan kerja bidan terbatas pada kesehatan perempuan khususnya yang terkait dengan reproduksi, kehamilan, proses melahirkan hingga pascamelahirkan. Selain memberikan pelayanan untuk ibu hamil, bidan bertugas memberikan panduan kesehatan, juga melayani konsultasi perawatan bayi dan balita. Sebagai seorang konselor, bidan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan konseling terkait kebidanan kepada ibu hamil dan ibu dengan balita. Dengan mempertimbangkan peran bidan dan nilai kultural yang ada di Indonesia, profesi ini tertutup hanya untuk perempuan saja.



















Wajib Tahu


karir-bidan
1

Di Indonesia, bidan merupakan profesi yang eksklusif untuk perempuan saja. Hal ini tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2017 tentang Izin dan penyelenggaraan praktik bidan.

2

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2017 disebutkan bahwa Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3

Di beberapa negara, bidan bukanlah profesi yang tertutup hanya untuk perempuan saja. Inggris menjadi negara pertama yang memberikan kesempatan bagi laki-laki yang ingin menjadi bidan (male midwife) di era modern ini.

4

Selain di Inggris, Quipperian juga bisa menemukan male midwife di Amerika Serikat dan Australia meski jumlahnya sangat sedikit.

5

Tugas seorang bidan nggak hanya terbatas membantu ibu melahirkan tetapi mulai dari sebelum kehamilan hingga perawatan pada bayi. Bahkan hampir semua masalah reproduksi wanita dari mulai haid hingga menopouse bida dikonsultasikan ke Bidan.

6

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, bidan yang bisa menjalankan praktik kebidanan setidaknya punya kualifikasi pendidikan D3 Kebidanan.

7

Dikutip dari Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2018 terdapat 182.655 tenaga bidan yang tersebar di seluruh puskesmas yang ada di Indonesia.

8

Seorang bidan harus menjadi anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) Bidan jika ingin melakukan praktik.

9

Jika seorang bidan ingin membuka praktik secara mandiri maka ia harus mengantongi izin dari IBI setempat berupa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB)

10

Selain praktik secara medis, lulusan kebidanan juga bisa merintis profesi sebagai doula maupun penyelenggara jasa home care bagi bayi dan ibu yang baru melahirkan.

11

Saat ini terdapat 3 jenjang pendidikan kebidanan yang bisa dipilih oleh lulusan SMA yaitu pendidikan kebidanan D3 dengan gelar Ahli Madya Kebidanan (A.M.Keb), D4 dengan gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T) dan S1 dengan gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb).

12

Menurut data BAN-PT, di Indonesia hanya ada kurang dari 50 kampus yang membuka pendidikan S1 dan D4 Kebidanan, serta hanya ada kurang dari 10 kampus yang aktif menyelenggarakan pendidikan S2 Kebidanan.

Peran dan Tanggung Jawab

Mendampingi wanita dalam prakonsepsi untuk memastikan kesiapan kesehatan fisik dan emosional sebelum adanya kehamilan.

Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil.

Melakukan pemantauan kesehatan ibu dan kandungannya.

Melakukan asuhan persalinan kepada ibu bersalin.

Mendampingi wanita serta memantau tumbuh kembang bayi yang dilahirkan.

Menyelenggarakan pelayanan terhadap bayi baru lahir.

Memberikan edukasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan.

Melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada wanita usia subur.

Melakukan pelacakan dan pelayanan rujukan kepada ibu hamil risiko tinggi.

Mengupayakan diskusi audit maternal perinatal (AMP) bila ada kasus kematian ibu dan bayi.

karir-bidan

Pengetahuan dan Keahlian

  • Kemampuan komunikasi

  • Kemampuan melakukan observasi

  • Kemampuan melakukan analisis

  • Kemampuan berpikir kritis

  • Kemampuan persuasi

  • Orientasi melayani


Jenjang Karier

    Seorang bidan bisa bekerja di klinik, rumah sakit maupun di instansi kesehatan lainya bahkan bisa juga mendirikan tempat praktik sendiri lho! Jenjang karier bidan sebenarnya tergantung pada perusahaan tempatnya bekerja, bahkan bidan juga bisa membuka praktik sendiri hingga memimpin suatu klinik. Di rumah sakit, bidan tidak menutup kemungkinan untuk terlibat dalam kegiatan manajerial, begitu pun bidan yang berstatus pegawai negeri sipil. Nah, untuk bidan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil biasanya memiliki pangkat dan jabatan fungsional yang secara garis besar didasari oleh faktor pendidikan, lama bekerja, peran dan fungsi. Pangkat dan jabatan fungsional ini secara umum terbagi menjadi Bidan Terampil dan Bidan Ahli.

1

Bidan Pelaksana Pemula, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

2

Bidan Pelaksana, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

3

Bidan Pelaksana Lanjutan, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

4

Bidan Penyelia, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan

5

Bidan Pertama, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan

6

Bidan Muda, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan

7

Bidan Madya, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan