Wednesday, June 10, 2020

Apa itu Bidan?

Bidan



Sumber:

Sumber:  klikdokter.com
Deskripsi Karier


    Bidan merupakan profesi yang erat kaitannya dengan kesehatan perempuan. Berbeda dengan perawat yang bisa aktif di berbagai bidang spesialisasi medis, cakupan kerja bidan terbatas pada kesehatan perempuan khususnya yang terkait dengan reproduksi, kehamilan, proses melahirkan hingga pascamelahirkan. Selain memberikan pelayanan untuk ibu hamil, bidan bertugas memberikan panduan kesehatan, juga melayani konsultasi perawatan bayi dan balita. Sebagai seorang konselor, bidan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan konseling terkait kebidanan kepada ibu hamil dan ibu dengan balita. Dengan mempertimbangkan peran bidan dan nilai kultural yang ada di Indonesia, profesi ini tertutup hanya untuk perempuan saja.



















Wajib Tahu


karir-bidan
1

Di Indonesia, bidan merupakan profesi yang eksklusif untuk perempuan saja. Hal ini tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2017 tentang Izin dan penyelenggaraan praktik bidan.

2

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2017 disebutkan bahwa Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3

Di beberapa negara, bidan bukanlah profesi yang tertutup hanya untuk perempuan saja. Inggris menjadi negara pertama yang memberikan kesempatan bagi laki-laki yang ingin menjadi bidan (male midwife) di era modern ini.

4

Selain di Inggris, Quipperian juga bisa menemukan male midwife di Amerika Serikat dan Australia meski jumlahnya sangat sedikit.

5

Tugas seorang bidan nggak hanya terbatas membantu ibu melahirkan tetapi mulai dari sebelum kehamilan hingga perawatan pada bayi. Bahkan hampir semua masalah reproduksi wanita dari mulai haid hingga menopouse bida dikonsultasikan ke Bidan.

6

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, bidan yang bisa menjalankan praktik kebidanan setidaknya punya kualifikasi pendidikan D3 Kebidanan.

7

Dikutip dari Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2018 terdapat 182.655 tenaga bidan yang tersebar di seluruh puskesmas yang ada di Indonesia.

8

Seorang bidan harus menjadi anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) Bidan jika ingin melakukan praktik.

9

Jika seorang bidan ingin membuka praktik secara mandiri maka ia harus mengantongi izin dari IBI setempat berupa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB)

10

Selain praktik secara medis, lulusan kebidanan juga bisa merintis profesi sebagai doula maupun penyelenggara jasa home care bagi bayi dan ibu yang baru melahirkan.

11

Saat ini terdapat 3 jenjang pendidikan kebidanan yang bisa dipilih oleh lulusan SMA yaitu pendidikan kebidanan D3 dengan gelar Ahli Madya Kebidanan (A.M.Keb), D4 dengan gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T) dan S1 dengan gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb).

12

Menurut data BAN-PT, di Indonesia hanya ada kurang dari 50 kampus yang membuka pendidikan S1 dan D4 Kebidanan, serta hanya ada kurang dari 10 kampus yang aktif menyelenggarakan pendidikan S2 Kebidanan.

Peran dan Tanggung Jawab

Mendampingi wanita dalam prakonsepsi untuk memastikan kesiapan kesehatan fisik dan emosional sebelum adanya kehamilan.

Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil.

Melakukan pemantauan kesehatan ibu dan kandungannya.

Melakukan asuhan persalinan kepada ibu bersalin.

Mendampingi wanita serta memantau tumbuh kembang bayi yang dilahirkan.

Menyelenggarakan pelayanan terhadap bayi baru lahir.

Memberikan edukasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan.

Melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada wanita usia subur.

Melakukan pelacakan dan pelayanan rujukan kepada ibu hamil risiko tinggi.

Mengupayakan diskusi audit maternal perinatal (AMP) bila ada kasus kematian ibu dan bayi.

karir-bidan

Pengetahuan dan Keahlian

  • Kemampuan komunikasi

  • Kemampuan melakukan observasi

  • Kemampuan melakukan analisis

  • Kemampuan berpikir kritis

  • Kemampuan persuasi

  • Orientasi melayani


Jenjang Karier

    Seorang bidan bisa bekerja di klinik, rumah sakit maupun di instansi kesehatan lainya bahkan bisa juga mendirikan tempat praktik sendiri lho! Jenjang karier bidan sebenarnya tergantung pada perusahaan tempatnya bekerja, bahkan bidan juga bisa membuka praktik sendiri hingga memimpin suatu klinik. Di rumah sakit, bidan tidak menutup kemungkinan untuk terlibat dalam kegiatan manajerial, begitu pun bidan yang berstatus pegawai negeri sipil. Nah, untuk bidan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil biasanya memiliki pangkat dan jabatan fungsional yang secara garis besar didasari oleh faktor pendidikan, lama bekerja, peran dan fungsi. Pangkat dan jabatan fungsional ini secara umum terbagi menjadi Bidan Terampil dan Bidan Ahli.

1

Bidan Pelaksana Pemula, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

2

Bidan Pelaksana, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

3

Bidan Pelaksana Lanjutan, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

4

Bidan Penyelia, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan

5

Bidan Pertama, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan

6

Bidan Muda, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan

7

Bidan Madya, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan

0 comments:

Post a Comment