Virus Corona yang bermula berasal dari Wuhan, Hubei China ini sekarang meluas hampir lebih dari 130 negara menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University. Sedangkan di Indonesia sendiri total sudah ada sekitar 117 orang yang positif corona.
Tidak hanya menjaga kebersihan dan pola makan sehat, umat Muslim juga bisa memanjatkan doa-doa untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk virus corona.
Penyakit bisa datang kapan saja, termasuk virus Corona yang kini telah menjadi pandemi di Indonesia. Jika kita tak menjaga kesehatan, beberapa gejala seperti flu, demam, batuk hingga sakit kepala bisa menyerang tubuh kita.
Dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 dalam hadits nomor 1484 diriwayatkan dari Anas RA, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah membaca doa berlindung dari segala penyakit. Doanya adalah sebagai berikut:
Foto: Foto repro: Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 dalam hadits nomor 1484
"Wa an annas radhiyallahu anhu an nabiya shallahu allahi wasallam kana yaqulu, Allahumma innii a'uudzu Bika Minal Baroshi wal Junuuni wal Judzaami wa min Sayyi-il Asqoom".
Artinya: Dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallahu allahi wasallam mengucapkan doa: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (1554) dan an-Nasa-i (VIII/270) melalui dua jalur, dari Qatadah dan Anas RA. Masih dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 halaman 474, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam merasa perlu berlindung kepada Allah SWT dari penyakit parah sebab khawatir tak mampu menahan kesabaran. Walhasil kemudian karena tak sabar, kita terperangkap dalam kegelisahan menanggungnya, sehingga berakibat hilangnya pahala kebaikan.
Selain doa di atas, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga sempat menyarankan untuk membaca Sholawat Tibbil Qulub.
Doa untuk mencegah penyakit, termasuk virus Corona. Foto: istock
Berikut bacaan Sholawat Tibbil Qulub seperti tertera dalam surat PBNU:
Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa'aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.
Artinya:
"Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya."
Doa untuk mencegah penyakit, termasuk virus Corona. Foto: iStock
Ada juga doa yang bisa dibaca umat Muslim agar terhindar dari wabah virus Corona. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakatnya untuk berdoa kepada Allah SWT.
"Ini biasa dibaca bagi yang ratiban, doa ratibul atthos. Kalau saya membaca melantunkan begini artinya wahai dzat yang memberikan keamanan kepada orang-orang yang takut, berikanlah kami keamanan dari perkara yang kami takutkan. Selamatkanlah, bebaskanlah kami dari perkara yang kami takutkan," ujar Khofifah kepada detikNews beberapa waktu lalu.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, tidak terkecuali untuk kesehatan mata. Banyak cara sederhana untuk melakukannya. Beberapa langkah mudah berikut ini bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata Anda.
Mata adalah salah satu organ indera yang penting bagi manusia. Menjaga kesehatan mata dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit mata hingga hilangnya penglihatan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata
1. Rutin Memeriksakan Mata
Setiap orang, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut, dianjurkan untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata setidaknya 2 tahun sekali. Rutin memeriksakan mata dapat mendeteksi dini masalah pada mata akibat penyakit tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Orang dewasa yang sudah berumur lebih dari 40 tahun bahkan disarankan untuk memeriksakan mata setahun sekali. Ini berguna untuk mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan bertambahnya usia, seperti degenerasi makula, glaukoma, dan katarak. Sedangkan anak-anak harus diperiksa, setidaknya dua tahun sekali, untuk mendeteksi masalah penglihatan yang mungkin dapat memengaruhi kemampuan belajarnya. Anak-anak tidak perlu harus sudah bisa membaca untuk melakukan pemeriksaan mata.
Cari tahu pula riwayat kesehatan mata dalam keluarga. Mengapa? Karena banyak penyakit atau masalah mata yang diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak. Dengan pemeriksaan mata ke dokter, berbagai penyakit mata dan gejalanya dapat terdeteksi lebih dini. Pengobatannya pun tentu akan lebih mudah. Anda bisa melakukan pemeriksaan mata di klinik spesialis mata atau rumah sakit.
2. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Penelitian menunjukkan bahwa makanan sehat yang mengandung berbagai nutrisi, seperti vitamin A, C dan E, zinc, lutein, selenium, dan asam lemak omega-3, dapat membantu menangkal masalah mata terkait usia, misalnya katarak dan degenerasi makula. Berbagai nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan jeruk.
3. Jangan Terlalu Lama Menatap Layar Elektronik
Menatap layar komputer atau smartphone terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah. Gejalanya dapat berupa sakit kepala, nyeri leher, sakit pada bahu dan punggung, mata kering dan tegang, sulit fokus menatap kejauhan, dan pandangan menjadi kabur. Jika Anda bekerja di depan komputer sepanjang hari, tiap 20 menit alihkan pandangan mata sejauh 6 meter selama 20 detik, untuk mengurangi ketegangan pada mata. Atau bisa juga mengistirahatkan mata selama 15 menit tiap 2 jam sekali. Jika mata Anda terasa kering, seringlah mengedipkan mata.
4. Memakai Kacamata Hitam
Tidak hanya kulit yang perlu dilindungi dari efek berbahaya sinar ultraviolet matahari, mata juga perlu. Mata yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet dapat mengalami katarak, degenerasi makula, kornea terbakar, dan bahkan kanker mata. Oleh karena itu, pakailah kacamata hitam yang dapat memblokir sinar UVA dan UVB, serta kenakan topi ketika berjalan-jalan di siang hari.
5. Tidak Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit katarak, degenerasi makula, dan kerusakan saraf optik yang mampu menyebabkan kebutaan serta merusak retina. Merokok juga bisa menyebabkan penimbunan plak di pembuluh darah dan melemahkan arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.
6. Membuang Makeup Lama
Pada riasan mata bentuk cair atau krim, bakteri dapat tumbuh dengan mudah. Buang dan ganti makeup Anda jika sudah 3 bulan digunakan. Selalu ingat untuk tidak meminjam dan meminjamkan makeup dari dan kepada orang lain. Serta pastikan untuk mencuci wajah hingga bersih sebelum dan setelah memakai makeup. Jika mengalami iritasi atau infeksi mata ketika mengenakan makeup, hapus riasan dan segera periksakan diri ke dokter.
7. Rajin Olahraga
Penelitian mengungkapkan bahwa olahraga dapat mengurangi risiko kehilangan penglihatan akibat tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi.
Cara menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Jika terasa seperti ada butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih. Apabila mata terasa gatal atau terlihat merah, atasi dengan obat tetes mata atau kompres dingin.
Segera periksakan ke dokter mata jika keluhan pada mata terus berlanjut, atau jika mata terasa sakit, bengkak, sensitif terhadap cahaya, seperti ada bintik-bintik gelap mengambang ketika melihat, atau jika Anda mengalami gangguan penglihatan.
8. Jangan sepelekan keluhan mata
Jangan hiraukan keluhan mata gatal dan merah, atau kelilipan. Tangani dengan tetes mata yang dapat dijual bebas atau dengan membilas mata dengan air bersih. Jangan menggosok-gosok mata jika keluhan terus mengganggu. Kunjungilah dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
9. Rawatlah kontak lensa Anda
Jaga kebersihan kontak lensa, selalu perhatikan kebersihan tangan saat memakai kontak lensa dan jangan memakai kontak lensa saat tidur. Gunakan cairan kontak lensa yang sesuai dengan perhatikan tanggal kadaluwarsa dari cairan dan kontak lensa Anda.
10. Gunakan kacamata surya!
Radiasi sinar matahari dapat menyebabkan katarak pada mata berkembang lebih cepat. Untuk itu, jika Anda berada di luar ruangan, gunakanlah kacamata surya yang melindungi Anda dari UV-A dan UV-B. Topi atau paying juga dapat membantu melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet.
Kesehatan yang baik sangat diperlukananak dalam melakukan beragam aktivitasnya di sekolah, juga oleh para ibu yang sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga. Tanpa tubuh yang sehat, aktivitas sehari-hari bisa terbengkalai. Oleh karena itu, pelajari cara menjaga kesehatan ibu dan anak berikut ini.
Menjaga kesehatan ibu dan anak bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya saja, Bunda harus konsisten menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan diri sendiri dan kebersihan rumah.
Cara Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, sekaligus mencegah penularan berbagai macam penyakit, antara lain:
Menerapkan pola makan yang sehat Pola makan yang sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak. Jika kesehatan Bunda terjaga, tentu Bunda bisa mengurus Si Kecil dengan baik. Sebaliknya, jika Bunda sakit, kesehatan Si Kecil pun bisa terganggu. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung gizi yang lengkap dan seimbang, yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat, sesuai kebutuhan tubuh.
Memenuhi waktu tidur yang ideal Berdasarkan usia, manusia memiliki kebutuhan waktu tidur yang berbeda-beda. Bayi yang baru lahir menghabiskan 14-17 jam untuk tidur, balita memerlukan waktu tidur selama 10-13 jam, dan kebutuhan waktu tidur orang dewasa adalah selama 7-9 jam. Sayangnya, masih banyak orang mengabaikan pentingnya tidur yang cukup setiap hari. Padahal, durasi dan kualitas tidur sangat memengaruhi kondisi kesehatan.
Menghindari paparan asap rokok Agar kesehatan ibu dan anak selalu terjaga, usahakan untuk selalu menghindari paparan asap rokok dan polusi udara. Asap rokok bisa memicu asma, infeksi saluran pernapasan, gangguan paru-paru, bahkan dapat berakibat fatal bagi anak-anak. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan udara di lingkungan tempat tinggal, khususnya di dalam rumah.
Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan akan sangat membantu dalam usaha meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Pastikan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri anak, dengan memandikan atau membersihkan tubuhnya secara rutin, mengganti pakaiannya setiap hari, serta memastikan ruang tidur dan tempat bermainnya dalam keadaan yang bersih. Selain itu, Bunda juga perlu menjaga kebersihan diri sendiri agar tidak menularkan kuman penyakit pada Si Kecil. Salah satunya adalah dengan mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum berinteraksi dengan Si Kecil.
Mencuci tangan bertujuan untuk membersihkan kotoran dan kuman yang menempel di tangan, sehingga tidak menyebar ke tubuh anak. Kuman bisa dengan mudah menempel di tangan, misalnya ketika Bunda menyentuh peralatan masak, peralatan mandi, pakaian dan popok kotor, atau ketika sedang membersihkan rumah.
Kebiasaan mencuci tangan juga perlu diajarkan pada Si Kecil. Biasakan anak untuk mencuci tangannya dengan air bersih dan sabun, setiap kali selesai beraktivitas, setelah menggunakan toilet, dan sebelum makan.
Jika diperlukan, mencuci tangan juga bisa dilakukan dengan sabun antiseptik. Antiseptik merupakan bahan kimia yang bisa membunuh kuman, termasuk kuman pada permukaan kulit. Cairan antiseptik dapat digunakan untuk mencuci tangan bila kemungkinan terdapat banyak kuman pada tangan atau saat tidak ada air bersih dan sabun. Sebelum berinteraksi dengan Si Kecil, Bunda dianjurkan untuk mencuci tangan dengan cairan antiseptik, terutama jika Bunda sedang sakit atau setelah melakukan aktivitas yang berisiko terpapar banyak kuman, misalnya merawat orang sakit, mengganti popok bayi, atau membersihkan kotoran hewan.
Selain kebersihan diri, kebersihan lingkungan tempat tinggal juga penting untuk diperhatikan. Bunda perlu membersihkan rumah beserta perabotan yang ada di dalamnya secara rutin. Perhatikan juga kebersihan peralatan makan, pakaian, tempat tidur, dan berbagai perlengkapan anak, termasuk mainannya. Bunda bisa mengajarkan dan melibatkan Si Kecil dalam menjaga kebersihan rumah, agar kebiasaan hidup bersih dapat tertanam dalam dirinya sejak dini.
Selain mempraktikkan cara-cara menjaga kesehatan ibu dan anak di atas, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala gangguan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga perlu dilakukan agar kondisi kesehatan ibu dan anak tetap terjaga.
Usia dapat mempengaruhi kesuburan seseorang, Mitos ata Fakta?
Hampir setiap pasangan mungkin pernah mendengar imbauan untuk tidak menunda kehamilan terlalu lama karena usia dapat memengaruhi tingkat kesuburan dan peluang wanita untuk hamil. Apakah anggapan tersebut benar?
Sayangnya, anggapan bahwa tingkat kesuburan bisa menurun seiring dengan bertambahnya usia adalah benar. Meski demikian, bukan berarti Anda sama sekali tidak dapat hamil. Peluang kehamilan tetap ada, terutama jika Anda terus menerapkan pola hidup sehat.
Kondisi Kesuburan Wanita Berdasarkan Usia
Pada dasarnya, selama organ reproduksi dalam kondisi sehat dan dapat berfungsi secara normal, peluang Anda untuk hamil tetap ada. Namun, bukan berarti Anda bisa bebas menunda kehamilan, sebab risiko terjadinya keguguran dan berbagai gangguan kesehatan saat hamil akan meningkat seiring dengan pertambahan usia.
Berikut ini adalah penjelasan terkait peluang terjadinya kehamilan berdasarkan usia wanita:
Usia 20-an
Menurut para ahli kesehatan reproduksi, usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk menjalani kehamilan karena kualitas sel telur wanita di usia ini umumnya masih baik.
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa ibu hamil yang berusia sekitar 20-an berisiko lebih rendah untuk mengalami komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.
Usia 30-an
Sebuah studi mengungkapkan bahwa usia awal 30-an merupakan usia yang ideal bagi wanita untuk menjadi seorang ibu. Hal ini mungkin dikarenakan wanita di usia tersebut umumnya lebih siap secara mental dan finansial. Namun, peluang kehamilan terlihat akan mulai menurun ketika wanita memasuki usia 35 tahun.
Selain itu, risiko untuk terjadinya keguguran ketika wanita hamil di usia 30-an juga sedikit lebih meningkat. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter kandungan ketika hendak merencanakan kehamilan di usia tersebut.
Usia 40-an
Wanita di usia 40-an umumnya akan mulai sulit untuk hamil mengingat jumlah maupun kualitas sel telur yang dihasilkan sudah jauh menurun jika dibandingkan usia sebelumnya.
Tak hanya lebih sulit untuk hamil, beberapa komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan plasenta, juga lebih berisiko terjadi pada wanita yang hamil di usia 40-an. Wanita yang hamil di usia lanjut juga berisiko lebih tinggi mengalami keguguran.
Sementara itu, kehamilan di usia lanjut juga dapat berdampak pada janin. Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dari ibu yang berusia di atas 40 tahun berisiko lebih tinggi untuk terlahir dengan berat badan lahir rendah dan masalah kesehatan tertentu, seperti down syndrome.
Faktor lain yang dapat memengaruhi kesuburan wanita
Selain usia, tentu saja ada faktor lainnya yang bisa mengurangi tingkat subur seorang wanita. Entah itu gaya hidup atau masalah kesehatan tertentu juga bisa berdampak pada peluang Anda untuk hamil.
Ini dia beberapa faktor lainnya yang dapat mengurangi peluang wanita untuk sukses hamil.
Memiliki anggota keluarga, ibu atau saudara kandung perempuan, yang mengalami menopause lebih cepat.
Pernah menjadi perokok berat.
Pernah menjalani operasi ovarium.
Terpapar oleh radiasi dari kemoterapi untuk mengobati kanker.
Menstruasi sering terlambat.
Terpapar senyawa kimia yang berbahaya, seperti pestisida.
Bisakah pengaruh usia terhadap kesuburan wanita diperlambat?
Akan tetapi, mengubah pola makan menjadi lebih sehat, rutin berolahraga, dan membiasakan tidur cukup setidaknya bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Hal ini dikarenakan rokok, stres, dan pola makan yang tidak sehat bisa mempercepat terjadinya menopause.
Walaupun demikian, perlu diingatkan lagi bahwa peningkatan kesehatan secara keseluruhan tidak akan mencegah efek penuaan terhadap tingkat kesuburan wanita.
Berbeda dengan pria, wanita membawa sel telur tersebut sejak lahir, sehingga tidak ada metode yang bisa memproduksi atau menjaga kualitas sel telur yang tersisa.
Akan tetapi, Anda bisa meningkatkan tingkat kesuburan melalui tindakan medis. Metode tersebut dilakukan dengan menyatukan sel telur dan sperma pada kondisi terbaik agar terjadi pembuahan.
Metode ini termasuk inseminasi intrauterin (IUI), fertilisasi in vitro (IVF), dan konsumsi obat kesuburan. Mungkin pendekatan ini bisa membantu, tetapi tidak dapat mencegah usia yang memengaruhi kondisi sel telur wanita.
Pengaruh usia terhadap kesuburan wanita ternyata sangat besar, sehingga penting bagi Anda untuk rutin memeriksakan diri jika ingin memiliki anak namun umur sudah mendekati 30an. Hal ini bertujuan agar Anda tahu jumlah dan kualitas sel telur yang siap dibuahi.
Tips Meningkatkan Kesuburan
Jika Anda dan pasangan mantap untuk merencanakan kehamilan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan, di antaranya:
1. Berhubungan intim secara teratur
Usahakan untuk berhubungan seks sekitar 2–3 kali seminggu tanpa menggunakan kondom. Wanita yang berusia 20 hingga 30-an disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan, jika sudah melakukan hubungan seks rutin selama 1 tahun, namun belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Sementara itu, wanita usia di atas 35 tahun juga perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan, apabila belum juga memperoleh momongan meski sudah merencanakan kehamilan selama lebih dari 6 bulan.
2. Rutin memeriksakan diri ke dokter
Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sangat disarankan bagi setiap wanita yang merencanakan kehamilan. Hal ini penting dilakukan agar dokter dapat mendeteksi apakah wanita yang berencana hamil memiliki masalah kesehatan atau faktor yang dapat memperkecil peluang terjadinya kehamilan.
Untuk meningkatkan peluang kehamilan, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan atau suplemen kehamilan dan menyarankan pasien dan pasangannya untuk menjalani gaya hidup sehat.
3. Pantau tanda-tanda kesuburan
Peluang terjadinya kehamilan akan semakin tinggi jika Anda berhubungan intim di masa subur. Oleh karena itu, catat tanggal menstruasi dan kenali tanda masa subur, seperti perubahan suhu tubuh dan lendir serviks. Jika sudah mengetahuinya, Anda dan pasangan bisa menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.
Pertambahan usia memang tidak secara mutlak menutup kemungkinan wanita untuk hamil. Namun, semakin lama menunda kehamilan, peluang Anda untuk hamil akan semakin rendah. Hamil di usia tua juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan.
Oleh karena itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan guna memeriksakan kondisi kesehatan saat Anda sudah berencana untuk hamil. Jika sudah berhasil hamil, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai dengan anjuran dokter.