Thursday, June 25, 2020

Doa-doa Agar Terhindar dari Penyakit, Semoga Tak Kena Virus Corona

 

Virus Corona yang bermula berasal dari Wuhan, Hubei China ini sekarang meluas hampir lebih dari 130 negara menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University. Sedangkan di Indonesia sendiri total sudah ada sekitar 117 orang yang positif corona.

Tidak hanya menjaga kebersihan dan pola makan sehat, umat Muslim juga bisa memanjatkan doa-doa untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk virus corona.

Penyakit bisa datang kapan saja, termasuk virus Corona yang kini telah menjadi pandemi di Indonesia. Jika kita tak menjaga kesehatan, beberapa gejala seperti flu, demam, batuk hingga sakit kepala bisa menyerang tubuh kita.

Dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 dalam hadits nomor 1484 diriwayatkan dari Anas RA, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah membaca doa berlindung dari segala penyakit. Doanya adalah sebagai berikut:

Doa-doa Agar Terhindar dari Penyakit, Semoga Tak Kena Virus CoronaFoto: Foto repro: Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 dalam hadits nomor 1484

"Wa an annas radhiyallahu anhu an nabiya shallahu allahi wasallam kana yaqulu, Allahumma innii a'uudzu Bika Minal Baroshi wal Junuuni wal Judzaami wa min Sayyi-il Asqoom".

Artinya: Dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallahu allahi wasallam mengucapkan doa: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (1554) dan an-Nasa-i (VIII/270) melalui dua jalur, dari Qatadah dan Anas RA. Masih dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 halaman 474, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam merasa perlu berlindung kepada Allah SWT dari penyakit parah sebab khawatir tak mampu menahan kesabaran. Walhasil kemudian karena tak sabar, kita terperangkap dalam kegelisahan menanggungnya, sehingga berakibat hilangnya pahala kebaikan.

Selain doa di atas, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga sempat menyarankan untuk membaca Sholawat Tibbil Qulub.

Doa untuk mencegah penyakit, termasuk virus Corona.Doa untuk mencegah penyakit, termasuk virus Corona. Foto: istock

Berikut bacaan Sholawat Tibbil Qulub seperti tertera dalam surat PBNU:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa'aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya:

"Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya."

Doa untuk mencegah penyakit, termasuk virus Corona.Doa untuk mencegah penyakit, termasuk virus Corona. Foto: iStock

Ada juga doa yang bisa dibaca umat Muslim agar terhindar dari wabah virus Corona. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakatnya untuk berdoa kepada Allah SWT.

"Ini biasa dibaca bagi yang ratiban, doa ratibul atthos. Kalau saya membaca melantunkan begini artinya wahai dzat yang memberikan keamanan kepada orang-orang yang takut, berikanlah kami keamanan dari perkara yang kami takutkan. Selamatkanlah, bebaskanlah kami dari perkara yang kami takutkan," ujar Khofifah kepada detikNews beberapa waktu lalu.


Sumber:

https://news.detik.com/berita/d-4941156/doa-doa-agar-terhindar-dari-penyakit-semoga-tak-kena-virus-corona

https://youtu.be/istAlOyl0j0 

Thursday, June 11, 2020

Cara Menjaga Mata Agar Tetap Sehat

    Mencegah lebih baik daripada mengobati, tidak terkecuali untuk kesehatan mata. Banyak cara sederhana untuk melakukannya. Beberapa langkah mudah berikut ini bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata Anda.

    Mata adalah salah satu organ indera yang penting bagi manusia. Menjaga kesehatan mata dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit mata hingga hilangnya penglihatan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata


1. Rutin Memeriksakan Mata
Setiap orang, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut, dianjurkan untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata setidaknya 2 tahun sekali. Rutin memeriksakan mata dapat mendeteksi dini masalah pada mata akibat penyakit tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Orang dewasa yang sudah berumur lebih dari 40 tahun bahkan disarankan untuk memeriksakan mata setahun sekali. Ini berguna untuk mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan bertambahnya usia, seperti degenerasi makula, glaukoma, dan katarak. Sedangkan anak-anak harus diperiksa, setidaknya dua tahun sekali, untuk mendeteksi masalah penglihatan yang mungkin dapat memengaruhi kemampuan belajarnya. Anak-anak tidak perlu harus sudah bisa membaca untuk melakukan pemeriksaan mata.

Cari tahu pula riwayat kesehatan mata dalam keluarga. Mengapa? Karena banyak penyakit atau masalah mata yang diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak. Dengan pemeriksaan mata ke dokter, berbagai penyakit mata dan gejalanya dapat terdeteksi lebih dini. Pengobatannya pun tentu akan lebih mudah. Anda bisa melakukan pemeriksaan mata di klinik spesialis mata atau rumah sakit.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Penelitian menunjukkan bahwa makanan sehat yang mengandung berbagai nutrisi, seperti vitamin A, C dan E, zinclutein, selenium, dan asam lemak omega-3, dapat membantu menangkal masalah mata terkait usia, misalnya katarak dan degenerasi makula. Berbagai nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan jeruk.

3. Jangan Terlalu Lama Menatap Layar Elektronik
Menatap layar  komputer atau smartphone terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah. Gejalanya dapat berupa sakit kepala, nyeri leher, sakit pada bahu dan punggung, mata kering dan tegang, sulit fokus menatap kejauhan, dan pandangan menjadi kabur. Jika Anda bekerja di depan komputer sepanjang hari, tiap 20 menit alihkan pandangan mata sejauh 6 meter selama 20 detik, untuk mengurangi ketegangan pada mata. Atau bisa juga mengistirahatkan mata selama 15 menit tiap 2 jam sekali. Jika mata Anda terasa kering, seringlah mengedipkan mata.

4. Memakai Kacamata Hitam
Tidak hanya kulit yang perlu dilindungi dari efek berbahaya sinar ultraviolet matahari, mata juga perlu. Mata yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet dapat mengalami katarak, degenerasi makula, kornea terbakar, dan bahkan kanker mata. Oleh karena itu, pakailah kacamata hitam yang dapat memblokir sinar UVA dan UVB, serta kenakan topi ketika berjalan-jalan di siang hari.

5. Tidak Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit katarak, degenerasi makula, dan kerusakan saraf optik yang mampu menyebabkan kebutaan serta merusak retina. Merokok juga bisa menyebabkan penimbunan plak di pembuluh darah dan melemahkan arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

6. Membuang Makeup Lama
Pada riasan mata bentuk cair atau krim, bakteri dapat tumbuh dengan mudah. Buang dan ganti makeup Anda jika sudah 3 bulan digunakan. Selalu ingat untuk tidak meminjam dan meminjamkan makeup dari dan kepada orang lain. Serta pastikan untuk mencuci wajah hingga bersih sebelum dan setelah memakai makeup. Jika mengalami iritasi atau infeksi mata ketika mengenakan makeup, hapus riasan dan segera periksakan diri ke dokter.

7. Rajin Olahraga
Penelitian mengungkapkan bahwa olahraga dapat mengurangi risiko kehilangan penglihatan akibat tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi.

Cara menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Jika terasa seperti ada butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih. Apabila mata terasa gatal atau terlihat merah, atasi dengan obat tetes mata atau kompres dingin.

Segera periksakan ke dokter mata jika keluhan pada mata terus berlanjut, atau jika mata terasa sakit, bengkak, sensitif terhadap cahaya, seperti ada bintik-bintik gelap mengambang ketika melihat, atau jika Anda mengalami gangguan penglihatan.

8. Jangan sepelekan keluhan mata

Jangan hiraukan keluhan mata gatal dan merah, atau kelilipan. Tangani dengan tetes mata yang dapat dijual bebas atau dengan membilas mata dengan air bersih. Jangan menggosok-gosok mata jika keluhan terus mengganggu. Kunjungilah dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

9. Rawatlah kontak lensa Anda

Jaga kebersihan kontak lensa, selalu perhatikan kebersihan tangan saat memakai kontak lensa dan jangan memakai kontak lensa saat tidur. Gunakan cairan kontak lensa yang sesuai dengan perhatikan tanggal kadaluwarsa dari cairan dan kontak lensa Anda.

10. Gunakan kacamata surya!

Radiasi sinar matahari dapat menyebabkan katarak pada mata berkembang lebih cepat. Untuk itu, jika Anda berada di luar ruangan, gunakanlah kacamata surya yang melindungi Anda dari UV-A dan UV-B. Topi atau paying juga dapat membantu melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet.


Sumber:

https://www.alodokter.com/tujuh-cara-menjaga-kesehatan-mata

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2696001/9-tips-menjaga-mata-agar-tetap-sehat

Wednesday, June 10, 2020

Cara Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Bagimana ya Cara Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak?



Kesehatan yang baik sangat diperlukan anak dalam melakukan beragam aktivitasnya di sekolah, juga oleh para ibu yang sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga. Tanpa tubuh yang sehat, aktivitas sehari-hari bisa terbengkalai. Oleh karena itu, pelajari cara menjaga kesehatan ibu dan anak berikut ini.

Menjaga kesehatan ibu dan anak bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya saja, Bunda harus konsisten menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan diri sendiri dan kebersihan rumah.



Cara Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, sekaligus mencegah penularan berbagai macam penyakit, antara lain:

  • Menerapkan pola makan yang sehat
    Pola makan yang sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak. Jika kesehatan Bunda terjaga, tentu Bunda bisa mengurus Si Kecil dengan baik. Sebaliknya, jika Bunda sakit, kesehatan Si Kecil pun bisa terganggu. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung gizi yang lengkap dan seimbang, yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat, sesuai kebutuhan tubuh.
  • Memenuhi waktu tidur yang ideal
    Berdasarkan usia, manusia memiliki kebutuhan waktu tidur yang berbeda-beda. Bayi yang baru lahir menghabiskan 14-17 jam untuk tidur, balita memerlukan waktu tidur selama 10-13 jam, dan kebutuhan waktu tidur orang dewasa adalah selama 7-9 jam. Sayangnya, masih banyak orang mengabaikan pentingnya tidur yang cukup setiap hari. Padahal, durasi dan kualitas tidur sangat memengaruhi kondisi kesehatan.
  • Menghindari paparan asap rokok
    Agar kesehatan ibu dan anak selalu terjaga, usahakan untuk selalu menghindari paparan asap rokok dan polusi udara. Asap rokok bisa memicu asma, infeksi saluran pernapasan, gangguan paru-paru, bahkan dapat berakibat fatal bagi anak-anak. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan udara di lingkungan tempat tinggal, khususnya di dalam rumah.

Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan akan sangat membantu dalam usaha meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Pastikan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri anak, dengan memandikan atau membersihkan tubuhnya secara rutin, mengganti pakaiannya setiap hari, serta memastikan ruang tidur dan tempat bermainnya dalam keadaan yang bersih. Selain itu, Bunda juga perlu menjaga kebersihan diri sendiri agar tidak menularkan kuman penyakit pada Si Kecil. Salah satunya adalah dengan mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum berinteraksi dengan Si Kecil.

Mencuci tangan bertujuan untuk membersihkan kotoran dan kuman yang menempel di tangan, sehingga tidak menyebar ke tubuh anak. Kuman bisa dengan mudah menempel di tangan, misalnya ketika Bunda menyentuh peralatan masak, peralatan mandi, pakaian dan popok kotor, atau ketika sedang membersihkan rumah.

Kebiasaan mencuci tangan juga perlu diajarkan pada Si Kecil. Biasakan anak untuk mencuci tangannya dengan air bersih dan sabun, setiap kali selesai beraktivitas, setelah menggunakan toilet, dan sebelum makan.

Jika diperlukan, mencuci tangan juga bisa dilakukan dengan sabun antiseptik. Antiseptik merupakan bahan kimia yang bisa membunuh kuman, termasuk kuman pada permukaan kulit. Cairan antiseptik dapat digunakan untuk mencuci tangan bila kemungkinan terdapat banyak kuman pada tangan atau saat tidak ada air bersih dan sabun. Sebelum berinteraksi dengan Si Kecil, Bunda dianjurkan untuk mencuci tangan dengan cairan antiseptik, terutama jika Bunda sedang sakit atau setelah melakukan aktivitas yang berisiko terpapar banyak kuman, misalnya merawat orang sakit, mengganti popok bayi, atau membersihkan kotoran hewan.

Selain kebersihan diri, kebersihan lingkungan tempat tinggal juga penting untuk diperhatikan. Bunda perlu membersihkan rumah beserta perabotan yang ada di dalamnya secara rutin. Perhatikan juga kebersihan peralatan makan, pakaian, tempat tidur, dan berbagai perlengkapan anak, termasuk mainannya. Bunda bisa mengajarkan   dan melibatkan Si Kecil dalam menjaga kebersihan rumah, agar kebiasaan hidup bersih dapat tertanam dalam dirinya sejak dini.

Selain mempraktikkan cara-cara menjaga kesehatan ibu dan anak di atas, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala gangguan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga perlu dilakukan agar kondisi kesehatan ibu dan anak tetap terjaga.


Sumber: https://www.alodokter.com/bunda-yuk-ketahui-cara-menjaga-kesehatan-ibu-dan-anak-di-sini

Usia Dapat Memempengaruhi Tingkat Kesuburan

Usia dapat mempengaruhi kesuburan seseorang, Mitos ata Fakta?




Hampir setiap pasangan mungkin pernah mendengar imbauan untuk tidak menunda kehamilan terlalu lama karena usia dapat memengaruhi tingkat kesuburan dan peluang wanita untuk hamil. Apakah anggapan tersebut benar?

Sayangnya, anggapan bahwa tingkat kesuburan bisa menurun seiring dengan bertambahnya usia adalah benar. Meski demikian, bukan berarti Anda sama sekali tidak dapat hamil. Peluang kehamilan tetap ada, terutama jika Anda terus menerapkan pola hidup sehat.

Kondisi Kesuburan Wanita Berdasarkan Usia

Pada dasarnya, selama organ reproduksi dalam kondisi sehat dan dapat berfungsi secara normal, peluang Anda untuk hamil tetap ada. Namun, bukan berarti Anda bisa bebas menunda kehamilan, sebab risiko terjadinya keguguran dan berbagai gangguan kesehatan saat hamil akan meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Berikut ini adalah penjelasan terkait peluang terjadinya kehamilan berdasarkan usia wanita:

Usia 20-an   

Menurut para ahli kesehatan reproduksi, usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk menjalani kehamilan karena kualitas sel telur wanita di usia ini umumnya masih baik.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa ibu hamil yang berusia sekitar 20-an berisiko lebih rendah untuk mengalami komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Usia 30-an   

Sebuah studi mengungkapkan bahwa usia awal 30-an merupakan usia yang ideal bagi wanita untuk menjadi seorang ibu. Hal ini mungkin dikarenakan wanita di usia tersebut umumnya lebih siap secara mental dan finansial. Namun, peluang kehamilan terlihat akan mulai menurun ketika wanita memasuki usia 35 tahun.

Selain itu, risiko untuk terjadinya keguguran ketika wanita hamil di usia 30-an juga sedikit lebih meningkat. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter kandungan ketika hendak merencanakan kehamilan di usia tersebut.

Usia 40-an

Wanita di usia 40-an umumnya akan mulai sulit untuk hamil mengingat jumlah maupun kualitas sel telur yang dihasilkan sudah jauh menurun jika dibandingkan usia sebelumnya.

Tak hanya lebih sulit untuk hamil, beberapa komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan plasenta, juga lebih berisiko terjadi pada wanita yang hamil di usia 40-an. Wanita yang hamil di usia lanjut juga berisiko lebih tinggi mengalami keguguran.

Sementara itu, kehamilan di usia lanjut juga dapat berdampak pada janin. Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dari ibu yang berusia di atas 40 tahun berisiko lebih tinggi untuk terlahir dengan berat badan lahir rendah dan masalah kesehatan tertentu, seperti down syndrome.


Faktor lain yang dapat memengaruhi kesuburan wanita

Selain usia, tentu saja ada faktor lainnya yang bisa mengurangi tingkat subur seorang wanita. Entah itu gaya hidup atau masalah kesehatan tertentu juga bisa berdampak pada peluang Anda untuk hamil. 

Ini dia beberapa faktor lainnya yang dapat mengurangi peluang wanita untuk sukses hamil. 

  • Memiliki anggota keluarga, ibu atau saudara kandung perempuan, yang mengalami menopause lebih cepat. 
  • Pernah menjadi perokok berat. 
  • Pernah menjalani operasi ovarium. 
  • Terpapar oleh radiasi dari kemoterapi untuk mengobati kanker. 
  • Menstruasi sering terlambat. 
  • Terpapar senyawa kimia yang berbahaya, seperti pestisida. 

Bisakah pengaruh usia terhadap kesuburan wanita diperlambat?

Seperti yang dilansir dari laman American Society for Reproductive Medicine, pengaruh usia terhadap kesuburan wanita tidak bisa dicegah atau diperlambat. 

Akan tetapi, mengubah pola makan menjadi lebih sehat, rutin berolahraga, dan membiasakan tidur cukup setidaknya bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Hal ini dikarenakan rokok, stres, dan pola makan yang tidak sehat bisa mempercepat terjadinya menopause. 

Walaupun demikian, perlu diingatkan lagi bahwa peningkatan kesehatan secara keseluruhan tidak akan mencegah efek penuaan terhadap tingkat kesuburan wanita.

Berbeda dengan pria, wanita membawa sel telur tersebut sejak lahir, sehingga tidak ada metode yang bisa memproduksi atau menjaga kualitas sel telur yang tersisa. 

Akan tetapi, Anda bisa meningkatkan tingkat kesuburan melalui tindakan medis. Metode tersebut dilakukan dengan menyatukan sel telur dan sperma pada kondisi terbaik agar terjadi pembuahan. 

Metode ini termasuk inseminasi intrauterin (IUI), fertilisasi in vitro (IVF), dan konsumsi obat kesuburan. Mungkin pendekatan ini bisa membantu, tetapi tidak dapat mencegah usia yang memengaruhi kondisi sel telur wanita. 

Pengaruh usia terhadap kesuburan wanita ternyata sangat besar, sehingga penting bagi Anda untuk rutin memeriksakan diri jika ingin memiliki anak namun umur sudah mendekati 30an. Hal ini bertujuan agar Anda tahu jumlah dan kualitas sel telur yang siap dibuahi. 

Tips Meningkatkan Kesuburan

Jika Anda dan pasangan mantap untuk merencanakan kehamilan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan, di antaranya:

1. Berhubungan intim secara teratur

Usahakan untuk berhubungan seks sekitar 2–3 kali seminggu tanpa menggunakan kondom. Wanita yang berusia 20 hingga 30-an disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan, jika sudah melakukan hubungan seks rutin selama 1 tahun, namun belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

Sementara itu, wanita usia di atas 35 tahun juga perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan, apabila belum juga memperoleh momongan meski sudah merencanakan kehamilan selama lebih dari 6 bulan.

2. Rutin memeriksakan diri ke dokter

Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sangat disarankan bagi setiap wanita yang merencanakan kehamilan. Hal ini penting dilakukan agar dokter dapat mendeteksi apakah wanita yang berencana hamil memiliki masalah kesehatan atau faktor yang dapat memperkecil peluang terjadinya kehamilan.

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan atau suplemen kehamilan dan menyarankan pasien dan pasangannya untuk menjalani gaya hidup sehat.

3. Pantau tanda-tanda kesuburan

Peluang terjadinya kehamilan akan semakin tinggi jika Anda berhubungan intim di masa subur. Oleh karena itu, catat tanggal menstruasi dan kenali tanda masa subur, seperti perubahan suhu tubuh dan lendir serviks. Jika sudah mengetahuinya, Anda dan pasangan bisa menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

Pertambahan usia memang tidak secara mutlak menutup kemungkinan wanita untuk hamil. Namun, semakin lama menunda kehamilan, peluang Anda untuk hamil akan semakin rendah. Hamil di usia tua juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan guna memeriksakan kondisi kesehatan saat Anda sudah berencana untuk hamil. Jika sudah berhasil hamil, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai dengan anjuran dokter.



Sumber:

https://www.alodokter.com/benarkah-usia-memengaruhi-kesuburan-wanita-ini-faktanya

https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/usia-terhadap-kesuburan-wanita/

https://youtu.be/2_svUE0bwjI

Perbedaan Bidan VS Dokter Kandungan

Apa sih Perbedaan Bidan dengan Dokter Kandung?




Saat Anda akhirnya hamil, Anda mungkin sedikit bingung ingin melahirkan dengan dokter kandungan atau dengan bidan. Keduanya sama-sama tenaga ahli yang bisa membantu Anda melahirkan, tapi mungkin Anda hanya bingung mana yang lebih cocok untuk Anda. Nah, supaya Anda tidak bingung, kenali dulu apa saja perbedaan mendasar antara dokter kandungan dengan bidan. Simak ulasan lengkap tentang model kerja keduanya dalam artikel ini. 

Beda dokter kandungan dengan bidan

Dalam banyak kasus, wanita di kota-kota besar lebih memilih untuk melahirkan di rumah sakit didampingi seorang dokter, sementara di banyak daerah lain di Indonesia bidan justru lebih populer. Namun, seiring dengan kembali mencuatnya tren metode persalinan natural seperti water birthing yang dilakukan di rumah, peran bidan juga kini mulai menanjak lagi di kota besar.

Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, memilih lahiran di mana dan diawasi oleh siapa tentu jadi dua hal yang sulit. Nah, untuk memudahkan Anda menentukan pilihan, berikut beberapa perbedaan dokter kandungan dan bidan yang perlu Anda ketahui:

Jenis pendidikan yang diambil

Salah satu perbedaan besar antara dokter kandungan dan bidan terletak pada jenis pendidikan yang mereka ambil. Dokter kandungan memiliki spesialisasi dalam kehamilan dan kelahiran. Dokter kandungan menuntut ilmu di sekolah kedokteran dan dilatih untuk melakukan operasi. 

Lain lagi dengan bidan, yang terlatih dalam segala hal yang berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran, tapi tidak menimba ilmu di sekolah kedokteran. Meskipun tidak memegang gelar dokter, kompetensi mereka tak berbeda dengan dokter dalam hal memberikan pelayanan bagi kehamilan dan kelahiran. Dokter kandungan biasanya tidak melayani panggilan rumah sehingga Anda harus melahirkan di rumah sakit atau klinik.

Para bidan memiliki spesialisasi pada risiko kehamilan rendah dan menengah pada wanita hamil yang sehat. Biasanya, tenaga medis satu ini akan menyarankan wanita memeriksakan diri ke dokter kandungan ketika ada masalah.

Namun, bidan tidak dapat melakukan operasi Caesar karena prosedur tersebut hanya bisa dilakukan oleh dokter kandungan dan dokter bedah. Beberapa bidan bisa membantu proses melahirkan di rumah dan beberapa hanya melakukannya di rumah sakit.

Seberapa serius kondisi Anda

Kondisi fisik Anda adalah hal yang paling penting untuk dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih untuk melahirkan dengan bantuan dokter kandungan atau bidan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, apabila Anda sehat dan kondisi Anda normal, melahirkan di bidan saja cukup.

Namun, bila kondisi kesehatan Anda tidak normal, seperti bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, epilepsi, penyakit jantung, atau diabetes, dan komplikasi serius tertentu pada kehamilan sebelumnya, risiko Anda tinggi dan Anda akan membutuhkan spesialis Maternal-Fetal Medicine (MFM), dokter ahli dalam masalah kehamilan berisiko tinggi.

Jika Anda sebelumnya menggunakan jasa bidan dan di tengah jalan terdapat masalah, seperti kelahiran prematur atau preeklampsia, bahkan jika Anda ternyata mengandung anak kembar, bidan yang baik biasanya akan merekomendasikan Anda untuk segera pergi ke dokter kandungan atau perinatologis.

Namun, tergantung kondisi Anda juga, Anda bisa menggunakan jasa bidan atau dokter kandungan secara berbarengan, jika memungkinkan dan jika Anda memang memerlukannya.

Beda kebutuhan

Kedua tenaga medis ini memiliki model kerja yang berbeda. Tergantung Anda, ketika Anda memilih untuk menggunakan jasa bidan, maka Anda akan mengikuti cara kerja tenaga medis tersebut. Begitu pun sebaliknya.

Di bawah kerja bidan, kehamilan dan kelahiran anak betul-betul dipertimbangkan sebagai kejadian yang alamiah, bukan medis. Fokusnya adalah perawatan dan pencegahan selama kehamilan. Konsultasi selama masa kehamilan dengan tenaga medis ini umumnya waktunya panjang sehingga Anda bisa mengajukan lebih banyak pertanyaan seputar kehamilan dan nutrisi.

Dalam banyak kasus, kinerja tenaga medis ini terbukti mengurangi potensi operasi Caesar dan intervensi lainnya, termasuk penggunaan vakum dan gunting tang. Pasalnya, model kerja tenaga medis ini berupa “lihat dan tunggu” saat proses melahirkan. Artinya, intervensi medis tidak digunakan kecuali ada kebutuhan medis.

Sedangkan dokter kandungan, biasanya lebih mungkin melakukan intervensi karena cara kerja mereka menggunakan manajemen medis, yang tujuannya lebih untuk “mengendalikan” kelahiran Anda. Ia bisa mengintervensi kelahiran, seperti menggunakan pitocin untuk mempercepat kelahiran, sehingga tidak perlu melahirkan secara Caesar.

Sebelumnya, ada baiknya Anda bertanya kepada kedua tenaga medis ini tentang proses kerja mereka sebelum Anda akan melahirkan. Hal ini sangat penting, karena cara kerja mereka juga akan sangat memengaruhi diri Anda selama melahirkan nanti. Semakin Anda banyak bertanya, Anda akan semakin menemukan mana yang lebih baik dan cocok untuk Anda nantinya.

Perbedaan yang Kontras antara Bidan dan dokter kandungan adalah:

1. Bidan cenderung memiliki filosofi, lebih holistik dan memandang bahwa persalinan adalah aproses yang alami. Sedangkan dokter kandungan lebih cenderung memiliki perspektif medis dan melihat kelahiran sebagai sebuah peristiwa yang risiko.

2. Bidan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan Anda selama proses persalinan dan dalam kunjungan prenatal. sedangkan dokter kandungan mungkin hanya akan menemani Anda saat tahap akhir proses persalinan atau saat pembukaan sudah hampir lengkap saja.

3. Dokter kandungan lebih cenderung untuk menggunakan intervensi medis seperti induksi, episiotomies serta merekomendasikan caesar.

4. Bidan praktek di pusat-pusat kelahiran (RS, RB, BPS) atau mendampingi proses persalinan dirumah. tidak seperti dokter kandungan yang praktek hanya di rumah sakit atau rumah bersalin

5. Dokter kandungan dilatih sebagai ahli bedah dan dapat melakukan operasi caesar, sedangkan bidan tidak dapat melakukan operasi.

6. Dokter kandungan bisa menangani klien dengan resiko tinggi maupun risiko rendah dan sedangkan bidan hanya bisa menangani klien risiko rendah.

Jadi, baiknya pilih siapa?

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa dokter kandungan dan bidan sama baiknya. Apapun yang Anda pilih, dua-duanya sama saja. Hal ini tergantung kondisi Anda dan pada faktor-faktor lainnya. Contohnya seperti pengalaman apa yang Anda inginkan, Anda berencana melahirkan di mana, apakah kehamilan Anda normal atau memiliki risiko tinggi, atau apakah Anda memiliki asuransi yang bisa menutupi biaya persalinan.

Satu hal yang perlu diperhatikan baik-baik adalah soal kenyamanan. Ya, apa pun pilihan Anda, sebenarnya yang paling penting adalah memilih seseorang yang membuat Anda benar-benar nyaman, yang mengerti apa kebutuhan pribadi Anda, yang menghormati keinginan Anda, serta yang cara kerjanya cocok bagi Anda dan pasangan. Terkait hal-hal krusial ini, tentu Anda sendirilah yang bisa menentukannya.

Jadi, pastikan Anda nyaman ketika berkonsultasi dengan keduanya. Setelah itu, Anda bisa mengajak pasangan dan orang-orang terdekat untuk berdiskusi guna memastikan dan memantabkan pilihan Anda.


Sumber: 

https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/melahirkan-dokter-kandungan-atau-bidan/

https://www.bidankita.com/apa-perbedaan-antara-bidan-dan-dokter-kandungan/2/

Apa itu Bidan?

Bidan



Sumber:

Sumber:  klikdokter.com
Deskripsi Karier


    Bidan merupakan profesi yang erat kaitannya dengan kesehatan perempuan. Berbeda dengan perawat yang bisa aktif di berbagai bidang spesialisasi medis, cakupan kerja bidan terbatas pada kesehatan perempuan khususnya yang terkait dengan reproduksi, kehamilan, proses melahirkan hingga pascamelahirkan. Selain memberikan pelayanan untuk ibu hamil, bidan bertugas memberikan panduan kesehatan, juga melayani konsultasi perawatan bayi dan balita. Sebagai seorang konselor, bidan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan konseling terkait kebidanan kepada ibu hamil dan ibu dengan balita. Dengan mempertimbangkan peran bidan dan nilai kultural yang ada di Indonesia, profesi ini tertutup hanya untuk perempuan saja.



















Wajib Tahu


karir-bidan
1

Di Indonesia, bidan merupakan profesi yang eksklusif untuk perempuan saja. Hal ini tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2017 tentang Izin dan penyelenggaraan praktik bidan.

2

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2017 disebutkan bahwa Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3

Di beberapa negara, bidan bukanlah profesi yang tertutup hanya untuk perempuan saja. Inggris menjadi negara pertama yang memberikan kesempatan bagi laki-laki yang ingin menjadi bidan (male midwife) di era modern ini.

4

Selain di Inggris, Quipperian juga bisa menemukan male midwife di Amerika Serikat dan Australia meski jumlahnya sangat sedikit.

5

Tugas seorang bidan nggak hanya terbatas membantu ibu melahirkan tetapi mulai dari sebelum kehamilan hingga perawatan pada bayi. Bahkan hampir semua masalah reproduksi wanita dari mulai haid hingga menopouse bida dikonsultasikan ke Bidan.

6

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, bidan yang bisa menjalankan praktik kebidanan setidaknya punya kualifikasi pendidikan D3 Kebidanan.

7

Dikutip dari Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2018 terdapat 182.655 tenaga bidan yang tersebar di seluruh puskesmas yang ada di Indonesia.

8

Seorang bidan harus menjadi anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) Bidan jika ingin melakukan praktik.

9

Jika seorang bidan ingin membuka praktik secara mandiri maka ia harus mengantongi izin dari IBI setempat berupa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB)

10

Selain praktik secara medis, lulusan kebidanan juga bisa merintis profesi sebagai doula maupun penyelenggara jasa home care bagi bayi dan ibu yang baru melahirkan.

11

Saat ini terdapat 3 jenjang pendidikan kebidanan yang bisa dipilih oleh lulusan SMA yaitu pendidikan kebidanan D3 dengan gelar Ahli Madya Kebidanan (A.M.Keb), D4 dengan gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T) dan S1 dengan gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb).

12

Menurut data BAN-PT, di Indonesia hanya ada kurang dari 50 kampus yang membuka pendidikan S1 dan D4 Kebidanan, serta hanya ada kurang dari 10 kampus yang aktif menyelenggarakan pendidikan S2 Kebidanan.

Peran dan Tanggung Jawab

Mendampingi wanita dalam prakonsepsi untuk memastikan kesiapan kesehatan fisik dan emosional sebelum adanya kehamilan.

Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil.

Melakukan pemantauan kesehatan ibu dan kandungannya.

Melakukan asuhan persalinan kepada ibu bersalin.

Mendampingi wanita serta memantau tumbuh kembang bayi yang dilahirkan.

Menyelenggarakan pelayanan terhadap bayi baru lahir.

Memberikan edukasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan.

Melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada wanita usia subur.

Melakukan pelacakan dan pelayanan rujukan kepada ibu hamil risiko tinggi.

Mengupayakan diskusi audit maternal perinatal (AMP) bila ada kasus kematian ibu dan bayi.

karir-bidan

Pengetahuan dan Keahlian

  • Kemampuan komunikasi

  • Kemampuan melakukan observasi

  • Kemampuan melakukan analisis

  • Kemampuan berpikir kritis

  • Kemampuan persuasi

  • Orientasi melayani


Jenjang Karier

    Seorang bidan bisa bekerja di klinik, rumah sakit maupun di instansi kesehatan lainya bahkan bisa juga mendirikan tempat praktik sendiri lho! Jenjang karier bidan sebenarnya tergantung pada perusahaan tempatnya bekerja, bahkan bidan juga bisa membuka praktik sendiri hingga memimpin suatu klinik. Di rumah sakit, bidan tidak menutup kemungkinan untuk terlibat dalam kegiatan manajerial, begitu pun bidan yang berstatus pegawai negeri sipil. Nah, untuk bidan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil biasanya memiliki pangkat dan jabatan fungsional yang secara garis besar didasari oleh faktor pendidikan, lama bekerja, peran dan fungsi. Pangkat dan jabatan fungsional ini secara umum terbagi menjadi Bidan Terampil dan Bidan Ahli.

1

Bidan Pelaksana Pemula, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

2

Bidan Pelaksana, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

3

Bidan Pelaksana Lanjutan, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan.

4

Bidan Penyelia, termasuk kategori bidan terampil dengan kualifikasi pendidikan D1 hingga D3 Kebidanan

5

Bidan Pertama, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan

6

Bidan Muda, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan

7

Bidan Madya, termasuk kategori bidan ahli dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 Kebidanan